Grafik Hukum Hooke [Rumus dan Contoh Soal]

Posted on

Pernahkah kalian semua mendengar tentang hukum hooke? Atau bahkan kalian semua disini masih belum tahu tentang apa itu yang dinamakan dengan hukum hooke ini? Lalu sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan hukum hooke ini? Apa definisi dari hukum hooke ini?

Nah bagi kalian semua yang saat ini tidak mengerti sama sekali tentang apa itu yang dinamakan dengan hukum hooke ini dan kalian ingin mencari tahu tentang apa itu yang dimaksud dengan hukum hooke ini dengan benar, maka disinilah tempatnya yang tepat. Sebab disini saya akan memberikan beberapa informasi dan materi mengenai apa itu yang dimaksud dengan hukum hooke ini.

Berikut ini penjelasan mengenai apa itu yang dimaksud dengan hukum hooke, silahkan disimak dengan baik dan dibaca dengan teliti ya supaya kalian menjadi lebih mengerti tentang apa itu yang dimaksud dengan hukum hooke ini.

Pengertian Hukum Hooke

Hukum hooke memiliki kaitan yang erat dengan elastisitas. Lalu apa sebenarnya elastisitas itu sendiri? Nah agar supaya kalian dapat dengan mudah memahami tentang elastisitas saya akan memberikan sebuah ilustrasi. Misalnya kita gunakan contoh dari karet gelang dan permen karet.

Yang mana memang kedua benda ini seperti yang sudah kita ketahui memiliki sifat yang elastis. Sehingga apabila karet gelang ini kita tarik maka panjangnya akan bertambah sampai batasan tertentu, kemudian apabila tarikan tersebut kita lepaskan maka karet gelang akan kembali ke posisi semula. Berbeda dengan permen karet.

Baca Juga : 20 Kata Ucapan Jumat Agung Rohani Kristen Terbaru

Dimana jika permen karet ini ditarik maka panjangnya akan bertambah sampai batas tertentu namun apabila tarikan tersebut kita lepaskan maka permen karet tidak akan kembali seperti ukuran semula. Hal ini membuktikan bahwa karet gelang ini memiliki sifat yang elastis, sedangkan permen karet memiliki sifat yang plastis.

Nah dari ilustrasi tersebut bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa elastisitas merupakan kemampuan sebuah benda untuk dapat kembali ke bentuk asalnya setelah gaya yang ada pada benda tersebut dihilangkan. Keadaan dimana sebuah benda tidak dapat lagi untuk kembali ke bentuk asalnya karena gaya yang diberikan kepada benda tersebut terlalu besar disebut sebagai batas elastis.

Lalu apa hubungannya itu semua dengan hukum Hooke? Hukum hooke ini merupakan sebuah hukum yang menyelidiki tentang hubungan antar gaya yang bekerja pada suatu pegas atau benda elastis lainnya supaya benda tersebut bisa kembali ke bentuknya semula atau tidak melampaui batas elastisitasnya.

Sehingga dengan demikian bisa disimpulkan bahwa hukum hooke ini berhubungan dengan jumlah gaya maksimum yang bisa diberikan kepada suatu benda yang mana sifatnya memang elastis supaya tidak melewati batas elastisnya dan juga menghilangkan sifat elastis yang ada pada benda tersebut.

Hukum Hooke ini pun berbunyi yaitu bahwa besarnya gaya yang bekerja pada sebuah benda akan sebanding atau berbanding lurus dengan pertambahan panjang benda tersebut. Yang mana tentu saja hal ini berlaku pada benda yang dapat merenggang atau yang memiliki sifat yang elastis. Dengan demikian maka di peroleh rumus hukum hooke yaitu sebagai berikut ini

Baca Juga : Jenis dan Tingkat Bahasa Pemrograman Lengkap

F = K x X

Dimana :

F = gaya yang bekerja pada pegas (N)

k = konstanta pegas (N/m)

x = pertambahan panjang pegas (m)

Penerapan Hukum Hooke

@tokopedia

Hukum Hooke ini juga sangat berkaitan erat sekali dengan benda – benda yang memiliki prinsip kerja yang menggunakan pegas dan juga bersifat elastis. Berikut ini beberapa contoh benda yang telah menggunakan penerapan dari prinsip hukum Hooke ini.

1. Mikroskop yang memiliki fungsi atau kegunaan untuk melihat benda – benda seperti jasad renik yang memiliki ukuran yang sangat kecil sekali yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang

2. Teleskop yang mempunyai fungsi untuk melihat benda – benda yang letaknya sangat jauh sekali supaya bisa terlihat lebih dekat, misalnya yaitu seperti benda – benda yang ada di luar angkasa

3. Jam kasa atau kronometer yang memiliki fungsi untuk menentukan garis atau kedudukan sebuah kapal yang sedang berada di tengah lautan

4. Sambungan pada tongkat – tongkat persneling kendaraan bermotor, misalnya seperti pada sepeda motor maupun juga pada mobil

5. Jam yang menggunakan peer sebagai pengatur waktunya

6. Alat pengukur percepatan gravitasu bumi

7. Ayunan pegas

Contoh Soal Hukum Hooke

1. Sebuah pegas dengan konstanta sebesar 200 N/m di berikan gaya sebesar 50 N. Tentukan berapa pertambahan panjang dri pegas tersebut!

Jawab :

Δx=F / k

=50 / 200

=0,25 m

2. Sebuah pegas dapat bertambah panajng sebesar4 cm pada saat di berikan gaya sebesar 10 N. Tentukan besar nya gaya konstanta pada pegas tersebut.

Baca Juga : Macam - Macam Metode Penelitian

Jawab :

k=FΔ / x

=10 / 0,04

=250 N/m

3. Pegas A dan B masing – masing memiliki panang awal yaitu 60 cm dan 90 cm kemudian di tarik dengan sebuah gaya yang sama. Konstanta pegas A yaitu 100 N/m dan konstanta dari pegas B yaitu 200 N/m. Perbandingan pertambahan panjang pegas A dan panjang pegas B yaitu adalah . . . ?

Penyelesaian :

Diketahui :

Konstanta pegas A (kA) = 100 N/m

Konstanta pegas B (kB) = 200 N/m

Gaya yang menarik pegas A (FA) = F

Gaya yang menarik pegas B (FB) = F

Ditanya :

Perbandingan pertambahan panjang antara pegas A dan pegas B (xA : xB)

Jawab :

Pertambahan panjang pegas

x = F / k

Pertambahan panjang pegas A =

xA = FA / kA

xA = F / 100

Pertambahan panjang pegas B =

xB = FB / kB

xB = F / 200

Perbandingan pertambahan panjang pegas A dan pegas B :

xA : xB

F / 100 : F / 200

1 / 100 : 1 /200

1 / 1 : 1 / 2

2 : 1

Related posts: