Kerajaan-Kerajaan Islam Di Riau

Posted on

Kelahiran agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW pada abad ke 7 ini menimbulkan sebuah tenaga penggerak atau kegerakan yang sangat luar biasa. Yang mana banyak orang yang menjadi pemeluk agama Islam mula-mula ini melakukan perjalanan ke berbagai penjuru tempat di dunia ini untuk menyebarkan ajaran Islam ini. Tak terkecuali juga dengan Indonesia.

Yang mana berdasarkan pendapat para ahli sejarah diperkirakan agama Islam atau ajaran Islam ini masuk pertama kali ke wilayah nusantara sekitar abad ke 13. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa wilayah di Indonesia yang pertama kali dimasuki oleh Islam yaitu adalah wilayah Aceh. Yang mana masuknya Islam ke wilayah Aceh pada waktu itu dilalukan dengan melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, maupun melalui jalur kesenian serta pendidikan yang mana hal tersebut membuat ajaran agama Islam dengan cepat berkembang di wilayah Aceh.

Sehingga dengan semakin berkembangnya ajaran Islam di wilayah Aceh maka kemudian berdirilah kerajaan Islam atau kesultanan Islam yang pertama di Indonesia, yaitu Kesultanan Samudra Pasai. Kesultanan Samudra Pasai pun menjadi kerajaan Islam pertama yang sangat besar dan berhasil menaklukan daerah-daerah lain termasuk Riau. Yang mana di tanah Riau, ajaran agama Islam juga mulai berkembang pesat. Hal ini terbukti juga dengan berdirinya beberapa kerajaan Islam yang ada di tanah Riau.

Lalu tahukah kalian semua kerajaan Islam apa saja yang pernah ada di wilayah Riau dan Sumatera bagian timur ini? Memang kerajaan Islam yang ada di Riau ini tidak sebesar kerajaan Islam lain yang ada di Indonesia, oleh sebab itulah mungkin sebagian dari kalian masih asing dengan nama-nama kerajaan ini. Berikut akan saya berikan sedikit informasi tentang kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berdiri di wilayah Riau.

Kerajaan Islam Di Riau

1. Kerajaan Siak

@id.wikipedia

Kerajaan Siak merupakan salah satu kerajaan bercorak Melayu Islam yang berkembang sekitar abad ke 15. Kerajaan Siak ini diperkirakan dahulu terletak di Kabupaten Siak, provinsi Riau sekarang. Pada mulanya wilayah kerajaan Siak ini merupakan wilayah yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Malaka pada masa pemerintahan Mansyur Syah.

Wilayah kerajaan Siak ini merupakan wilayah yang sangat kaya sekali dengan hasil alamnya yang melimpah. Misalnya yaitu seperti padi, timah, madu, dan emas. Namun di tahun 1641, pada saat Belanda berhasil menguasai wilayah Malaka, kerajaan Siak harus terikat dengan politik ekonomi perdagangan yang dibuat oleh VOC. Sehingga dengan demikian maka mau tidak mau seluruh hasil bumi yang ada di wilayah kerajaan Siak ini harus dijual kepada VOC.

Akan tetapi pada masa pemerintahan Raja Kecik, rakyat Siak bisa hidup dengan sejahtera dan makmur karena mereka tidak harus menyerahkan semua hasil alamnya kepada Malaka maupun kepada pihak VOC. Dan di masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim inilah kerajaan Siak mengalami kemajuan yang sangat berarti terutama di bidang ekonomi. Dimana pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim inilah kerajaan Siak mulai menjalin hubungan perdagangan dengan luar negeri.

Akhir dari kerajaan Siak ini yaitu adalah pada masa pemerintahan Syarif Kasim Tsani atau Sultan Syarif Kasim II. Yang mana bersamaan dengan diproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, maka ia juga mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia.
Adapun raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Siak yaitu adalah sebagai berikut :

1.Raja Abdullah (Sultan Khoja Ahmad Syah)

2.Raja Hasan Putra Ali Jalla Abdul Jalil

Baca Juga :  Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dan Peninggalannya

3.Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1748)

4.Sultan Said Ali (1748-1811)

5.Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864)

6.Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (1889-1908)

7.Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II) (1915-1945)

2. Kerajaan Indragiri

@sultansinindonesieblog

Kerajaan Indragiri diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1298 di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, provinsi Riau. Yang mana kerajaan ini didirikan oleh Raja Kecik Mambang atau Raja Merlang. Namun baru pada abad ke 15 kerajaan ini menjadi kerajaan yang bercorak Islam.

Kerajaan ini juga memiliki hasil alam yang tak kalah banyaknya dengan yang dimiliki oleh kerajaan Siak. Yang mana hasil alamnya yaitu seperti rotan, padi, rempah-rempah, dan masih banyak lagi.
Adapun raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Indragiri yaitu adalah sebagai berikut :

  • Raja Kecik Mambang alias Raja Merlang I (1298-1337)
  • Raja Iskandar alias Nara Singa I (1337-1400)
  • Raja Merlang II bergelar Sultan Jamalluddin Inayatsya (1400-1473)
  • Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan NaraSinga II bergelar Zirullah Fil Alam (1473-1532)
  • Sultan Usulluddin Hasansyah (1532-1557)
  • Raja Ahmad bergelar Sultan Mohamadsyah (1557-1599)
  • Raja Jamalluddin bergelar Sultan Jammalludin Keramatsyah (1559-1658)
  • Sultan Jamalluddin Suleimansyah (1658-1669)
  • Sultan Jamalluddin Mudoyatsyah (1669-1676)
  • Sultan Usulluddin Ahmadsyah (1676-1687)
  • Sultan Abdul Jalilsyah (1687-1700)
  • Sultan Mansyursyah (1700-1704)
  • Sultan Modamadsyah (1704-1707)
  • Sultan Musafarsyah (1707-1715)
  • Raja Ali bergelar Sultan Zainal Abidin (1715-1735)
  • Raja Hasan bergelar Sultan Salehuddin Keramatsyah (1735-1765)
  • Raja Kecik Besar bergelar Sultan Sunan (1765-1784)\
  • Sultan Ibrahim (1784-1815)
  • Raja Mun bergelar Sultan Mun Bungsu (1815-1827)
  • Raja Umar bergelar Sultan Berjanggut Keramat Gangsal (1827-1838)
  • Raja Said bergelar Sultan Said Modoyatsyah (1838-1876)
  • Raja Ismail bergelar Sultan Ismailsyah (1876)\
  • Tengku Husin alias Tengku Bujang bergelar Sultan Husinsyah (1877-1883)
  • Tengku Isa bergelar Sultan Isa Mudoyatsyah (1887-1902)
  • Raja Uwok. Sebagai Raja Muda Indragiri (1902-1912)
  • Tengku Mahmud bergelar Sultan Mahmudsyah (1912-1963)
Baca Juga :  Pengertian Benua & Samudra [Proses, Karakteristik dan Contoh]

3. Kerajaan Kampar

@objekwisataterbaru

Pada mulanya kerajaan ini bernama kerajaan Pekantua karena dibangun di sebuah daerah yang bernama Pematang Tuo. Kerajaan inipun menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai sekali di wilayah selat Malaka pada waktu itu. Hal ini karena wilayah kerajaan ini memiliki hasil alam yang sangat melimpah sekali sehingga tak heran menarik banyak pedagang untuk menuju ke kerajaan ini.

Oleh karena hal tersebutlah maka Raja Malaka yang bernama Mansyur Syah berkeinginan untuk menguasai kerajaan Pekantua ini. Dan pada akhirnya Sultan Mansyur Shah pun berhasil untuk menguasai wilayah kerajaan ini. Setelah berhasil menguasai kerajaan Pekantua ini maka kemudian Sultan Mansyur Shah mengangkat Munawar Syah menjadi Raja Pekantua dan mulai saat itu nama Kerajaan Pekantua ini diubah menjadi Kerajaan Pekantua Kampar.

Sejak saat itu juga ajaran agama Islam mulai berkembang di wilayah kerajaan Kampar ini. Masa-masa selanjutnya kerajaan Kampar inipun mulai berganti penguasa mulai dari satu generasi ke genarasi selanjutnya. Dan karena pergantian penguasa ini maka beberapa kali juga tempat pusat kerajaan Kampar ini berpindah dan juga nama kerajaan ini diganti.

Hingga pada akhirnya di tahun 1879 kerajaan Kampar ini berhasil dikuasai dan tunduk kepada pemerintahan Kerajaan Siak. Hal ini sesuai dengan terjadinya perjanjian pengakuan bahwa wilayah Kampar berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

kerajaan mana saja yang termasuk kerajaan di riau
Related posts: