Makna Pentakosta Bagi Orang Kristen

Posted on

Di dalam agama Kristen, selain hari raya Natal dan hari raya Paskah kita juga mengenal yang namanya hari raya Pentakosta. Hari raya Pentakosta ini merupakan hari pencurahan Roh Kudus atau hari turunnya Roh Kudus kepada manusia. Hari Pentakosta ini dijelaskan di dalam kitab Kisah Para Rasul pasal yang kedua yang menceritakan tentang kejadian detail pada hari Pentakosta.

Yaitu dimana pada saat Roh Kudus turun dari langit dalam rupa lidah-lidah seperti nyala api dan hinggap pada murid-murid Tuhan Yesus. Sehingga disaat itulah manusia bisa melihat dan merasakan Roh Kudus dengan nyata. Namun hal ini bukan berarti bahwa Roh Kudus baru bekerja pada saat hari Pentakosta saja, sebab di dalam Alkitab juga dijelaskan bahwa Roh Allah telah bekerja sejak Allah menciptakan dunia ini seperti yang tertuliskan di dalam kitab Kejadian 1:2.

Di dalam Perjanjian Lama pun juga sudah dijelaskan bahwa Roh Allah ini turut bekerja pada diri nabi-nabi serta orang-orang pilihan Allah seperti Musa, Saul, Daud, dan lain sebagainya. Dimana Roh Allah ini bekerja dan berkuasa serta berkarya bagi para umat-Nya yang percaya kepada-Nya. Sedangkan di dalam kitab Kisah Para Rasul di Perjanjian Baru, kita akan melihat Roh Allah atau Roh Kudus bekerja pada umat Allah dengan cara yang berbeda.

Kita sebagai umat Kristen tentu harus bisa mengerti dan memaknai makna dari hari raya Pentakosta ini dengan benar, sehingga kita juga bisa mendapatkan dan menerima Roh Allah di dalam hidup kita. Sebab Roh Kuduslah yang akan menuntun kita dan juga menerangi setiap jalan kehidupan kita untuk menuju ke jalan kebenaran yang dikehendaki oleh Tuhan.

Lalu sebenarnya apakah makna dari hari Pentakosta ini? Nah disini akan saya berikan beberapa makna dari hari raya Pentakosta berdasarkan Alkitab, baik itu dari Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama

Makna Pentakosta Berdasarkan Alkitab

Perjanjian Lama

@gksbsjambi

Di dalam Perjanjian Lama, hari Pentakosta dikenal dengan hari raya tujuh minggu (Keluaran 34:22, Ulangan 16:9), yaitu 50 hari setelah Paskah orang Yahudi dirayakanlah Hari Pentakosta. Hari Pentakosta tersebut sebagai penanda selesainya menuai jelai yang dihitung mulai dari sejak pertama kalinya menyabit gandum (Ulangan 16:9), dan waktu imam mengunjukkan berkas tuaian itu “pada hari sesudah Sabat itu” (Imamat 23:11).

Selain itu di dalam Perjanjian Lama hari raya Pentakosta disebut juga dengan hari raya menuai dan hari raya buah bungaran (Keluaran 23:16, Bilangan 28:26). Hari raya Pentakosta di dalam Perjanjian Lama tak hanya dirayakan pada jaman Pentateukh, namun hingga jaman Salomo hari raya Pentakosta juga masih dirayakan (2 Tawarikh 8:13) sebagai hari raya kedua dari ketiga hari besar umat Israel.

Ketiga hari besar yang diperingati oleh umat Israel dalam Perjanjian Lama yaitu adalah Hari Raya Roti Tidak Beragi (Paskah), Hari Raya Tujuh Minggu (Pentakosta), dan Hari Raya Pondok Daun. Di dalam Perjanjian Lama, makna dari hari raya Pentakosta sendiri adalah sebagai berikut :

1. Hari Pertemuan Kudus (Imamat 23:21)

Di dalam Perjanjian Lama hari raya Pentakosta dianggap sebagai hari pertemuan kudus. Dimana di hari Pentakosta orang tidak boleh melakukan pekerjaan berat, dan seluruh laki-laki Israel harus hadir di tempat kudus

2. Hari Bersukaria (Ulangan 16:15)

Orang Israel dalam Perjanjian Lama memaknai hari Pentakosta sebagai hari bagi mereka untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya karena berkat tuaian gandum sekaligus juga untuk menyatakan rasa takut dan hormat mereka kepada Yahweh (Yeremia 5:24)

Baca Juga :  Gambar Lucu Puasa [Download Gratis]

Perjanjian Baru

@senjatarohani

Di dalam Perjanjian Baru hari Pentakosta berubah maknanya setelah peristiwa turunnya Roh Kudus memenuhi para rasul yang ada di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2:1-13). Sesudah kenaikan Tuhan Yesus ke surga, murid-murid Tuhan Yesus berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem, dan tiba-tiba Roh Kudus turun keatas mereka dengan tanda-tanda yang dapat di dengar dan dilihat seperti tiupan angin keras dan lidah-lidah seperti nyala api.

Para murid-murid Tuhan Yesus pun kemudian mulai dapat berkata-kata dengan berbagai bahasa asing dari orang-orang yang juga berkumpul di Yerusalem, atau yang disebut dengan bahasa Roh. Sehingga orang banyak yang waktu itu sedang berkumpul bisa mengerti sebab para rasul tersebut berbicara di dalam bahasa daerah mereka masing-masing tentang perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.

Kedatangan Roh Kudus ini merupakan penggenapan dari nubuat Yohanes (Lukas 3:15-16) dan juga merupakan janji dari Tuhan Yesus (Lukas 24:49). Yang kemudian peristiwa turunnya Roh Kudus inilah yang kita peringati sebagai hari Pentakosta. Makna Pentakosta menurut Perjanjian Baru yaitu adalah :

1. Roh Kudus Sebagai Pembaharu Hidup Manusia

@gkjbekasi

Roh Kudus yang telah turun atas kita akan membuka mata yang buta, telinga yang tuli, serta hati yang bebal sehingga kita bisa mendengarkan Tuhan dengan baik, dapat melihat kasih Tuhan, serta membuka hati kita untuk Tuhan supaya Ia bisa tinggal di dalam hati kita

2. Roh Kudus Memberikan Keberanian

@towards2020

Roh Kudus akan memberikan kita keberanian untuk bersaksi dan untuk memberitakan kebenaran firman Tuhan ke seluruh penjuru dunia. Yang mana hal inilah yang dialami oleh para murid Tuhan Yesus yang dengan berani memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus di tempat-tempat yang mereka singgahi.

Baca Juga :  Contoh Polimer [Kegunaan, Jenis dan Pengertiannya]

Murid-murid Tuhan Yesus terus mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke sorga, yaitu untuk menyaksikan firman Tuhan ke seluruh penjuru dunia dan menjadikan seluruh penjuru dunia menjadi murid Tuhan. Mereka tanpa takut mulai pergi untuk memberitakan kabar keselamatan.

Karena ada Roh Kudus yang ada di dalam diri murid-murid Tuhan ini, maka mereka bisa menyaksikan kuasa Tuhan dan kemuliaan Tuhan dengan tanpa takut. Meskipun banyak orang yang menolak dan tidak suka dengannya, namun para murid Tuhan Yesus tetap mengerjakan perintah yang telah diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka.

3. Roh Kudus Memberikan Kekuatan

@id.wikipedia

Roh Kudus turun ke dunia untuk memberikan kekuatan kepada umat Tuhan. Roh Kudus akan mempersiapkan umat-umat Tuhan untuk menghadapi segala sesuatu hal yang sulit dan untuk bertahan di tengah kekacauan ini. Hal ini terbukti dari para murid Tuhan Yesus yang tetap melakukan pekerjaan Tuhan walaupun mereka dilanda masa-masa kesulitan.

Meskipun mereka di hukum mati atau disiksa dan dianiaya, para murid Tuhan Yesus tetap melakukan apa yang telah Tuhan perintahkan kepada mereka. Hal ini karena mereka telah menerima Roh Kudus di dalam hidup mereka sehingga mereka tidak akan takut akan kesulitan apa pun yang akan mereka hadapi.

Related posts: